Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, Salah satu
hadist yang sangat populer tentang kewajiban Menuntut Ilmu yaitu
Hadist Riwayat Ibnu Majah dimana Nabi Saw bersabda:
Artinya: “Menuntut ilmu itu
diwajibkan atas diri setiap Muslim”.
Menuntut ilmu juga tak dibatasi tempat dan waktu.
Rasulullah Saw bersabda:
Artinya: “Carilah ilmu walaupun
harus menuntutnya hingga ke negeri Cina”.
Keutamaan Menuntut
Ilmu
Banyak sekali keutamaan menuntut ilmu yang tertuang
dalam hadits antara lain Rasulullah Saw pernah bersabda:
Artinya: “Siapa saja yang
mengadakan perjalanan untuk usaha menuntut ilmu, maka Allah akan
menganugerahinya jalan ke surga”.
Rasulullah Saw juga pernah bersabda:
Artinya: “Sesungguhnya para
malaikat membentangkan sayap mereka kepada para pencari ilmu, sebagai pertanda
ridha dengan usaha orang-orang itu”.
Rasulullah Saw juga pernah bersabda:
Artinya: “Bahwa sesungguhnya
engkau berjalan atau pergi mempelajari ilmu satu bab adalah lebih baik daripada
engkau melakukan shalat seratus raka’at”.
Dalam riwayat lain Rasulullah Saw bersabda:
Artinya: “Seseorang yang
mempelajari satu bab dari suatu ilmu masih lebih baik nilainya daripada dunia
dan isinya”.
Pada sebuah hadits yang disampaikan dari Abi Dzarr ra
dikatakan, ”Menghadiri majelis orang berilmu itu jauh lebih utama daripada
mendirikan shalat seribu rak’at atau menjenguk seribu orang sakit dan
ber-ta’ziah ke seribu jenazah”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah
bagaimana jika dibandingkan dengan membaca Al-Qur’an?”. Nabi Saw menjawab
dengan balik bertanya, “Adakah manfaat Al-Qur’an itu selain dengan memahami dan
mengetahui ilmu yang terkandung di dalamnya?”.
Nabi Saw kemudian bersabda:
Artinya: “Siapa yang meninggal
dunia pada saat menuntut ilmu untuk tujuan mensyiarkan Islam, maka jarak antara
dirinya dengan para Nabi di surge nanti hanya sekitar satu tingkatan”.
Dalam hadits riwayat Ibnu ‘Abdil Barr dari Anas bin
Malik ra, Nabi Muhammad Saw pernah ditanya, “Wahai Nabi Allah, amalan apakah
yang terbaik untuk kami lakukan?” Beliau menjawab, “Menuntut Ilmu karena karena Allah ‘Azza wa Jalla.” Ditanyakan kembali kepada beliau, “Ilmu apa yang
anda maksudkan?” Beliau menjawab “Menuntut
ilmu karena mengharap mengharapkan keridhaan Alloh Yang Maha suci, yaitu ma’rifat (mengenal) kepada Allah meski
melalui sedikit amal sudah mencukupi. Sebab, ketidaktahuan kita tentang Allah
Swt, sekalipun banyak melakukan amal ibadah kepada-Nya, sungguh tidak mencukupi
kebutuhan atas pengenalan diri kepada-Nya dan mengharapkan keridhaan-Nya”.
*Disarikan dari Kitab Ihya’ ‘Ulumiddin karya Al-Imam Al-Ghazali







No comments:
Post a Comment